Kasus Covid Terus Turun, Martin Manurung Ingatkan Menteri BUMN Manfaatkan Waktu Untuk Tingkatkan Kapasitas RS

 

JAKARTA,- Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung mengingatkan Menteri BUMN Erick Thohir untuk memanfaatkan kondisi penurunan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini, dengan melengkapi dan memperbaiki fasilitas kesehatan di rumah sakit (RS) BUMN.

Hal itu disampaikan Martin saat Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rabu (22/9/2021), di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.

“Menurut saya ya, dengan pandemi sekarang ini kita juga tidak bisa terlalu percaya diri. Karena dari perkembangan yang ada di negara lain, seperti di Singapura juga sekarang naik, di berbagai negara juga naik,” terangnya.

Dengan fenomena tersebut, tambah Martin, Indonesia, melalui rumah sakit di bawah kementerian BUMN, harus mempersiapkan hal buruk yang kemungkinan kembali terjadi. Meski angka kasus covid-19 di Indonesia terus menurun, namun tetap harus belajar dari keadaan sebelumnya, di mana banyaknya pasien yang tidak dapat terlayani karena kurangnya fasilitas kesehatan, seperti kekurangan tempat tidur, oksigen maupun alat-alat kesehatan lainnya.

“Kita harus menyiapkan diri juga kalau seandainya terjadi gelombang yang berikutnya, sampai memang pandemi ini selesai,” ujar politikus Partai NasDem tersebut.

Dengan penurunan kasus Covid-19 saat ini, Martin mengimbau Kementerian BUMN harus memanfaatkan keadaan ini untuk melengkapi fasilitas-fasilitas rumah sakitnya.

Laporan dari Kementerian Kesehatan RI, berdasarkan data dari Our Word In Data (OWID), beberapa negara besar seperti Amerika, United Kingdom dan Israel sempat mengalami penurunan kasus Covid pada Januari hingga Juni  2021. Begitu juga dengan negara yang berada di kawasan Asia, seperti Jepang, Singapura dan Malaysia. Penurunan angka kasus Covid-19 tersebut diyakini karena vaksinasi yang hampir menyeluruh kepada masyarakat di masing-masing negara.

Namun pada Juli hingga September 2021, negara-negara di atas mengalami gelombang besar. Dari data yang terkonfirmasi, jumlah kasus baru mencapai 99 persen dari kasus terkonfirmasi yang terendah. Kasus-kasus tersebut dikonfirmasi sebagai varian baru covid-19, yaitu varian Delta.

Tags: