Ira Diana: Pentingnya Penyadaran dan Pendidikan Untuk Cegah Kekerasan Pada Perempuan

Jakarta,- Sampai saat ini kekerasan terhadap perempuan masih tinggi di Indonesia. Belum terselesaikan. Karena itu perlu ada terobosan untuk mengikisnya sampai habis. Yaitu melalui penyadaran dan pendidikan kepada masyarakat mengenai persamaan gender, persamaan hak dan kedudukan, serta perlindungan terhadap perempuan.

Hal itu dikatakan oleh Ira Diana, Calon Anggota Komnas Perempuan 2020-2024, saat ditemui di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Menurut Ira, para aktivis dan pembela perempuan sudah banyak melakukan upaya untuk menghapus kepada perempuan, juga persamaan gender dan penghapusan diskriminasi. Termasuk melakukan advokasi dan pendampingan kepada perempuan korban kekerasan dan tindakan diskriminasi.

“Setiap orang punya cara dan aksi masing-masing berkaitan dengan perjuangan untuk persamaan gender, penghapusan diskriminasi dan upaya memberantas kekerasan terhadap perempuan,” kata Ira ketika ditemui redaksi (2/9/2019)

Namun, lanjut perempuan asal Bengkulu ini, masih tingginya kekerasan terhadap perempuan menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap hak-hak dan perlindungan kepada perempuan masih rendah.

“Karena itu, perlu ada terobosan. Yaitu melalui peningkatan kesadaran masyarakat,” kata Ira, penulis yang juga bekerja di lembaga negara yang mengurusi sensor film di Indonesia.

Menurut Ira, masyarakat harus ditingkatkan kesadarannya. Yaitu kesadaran tentang persamaan gender, persamaaan kedudukan sebagai manusia, serta persamaan hak dan kewajiban sebagai warga negara.

“Perlu juga dibangun kesadaran bersama mengenai pentingnya memberikan kesempatan dan ruang gerak pada perempuan, seluas-luasnya,” ujarnya

Penyadaran ini, lanjut Ira, harus dilaksanakan di seluruh wilayah di Indonesia. Dari kota sampai pelosok desa. Karena itu perlu ada agen-agen perubahan untuk mengedukasi masyarakat.

Ira yang berlatar belakang pendidik itu mengatakan bahwa peningkatan kesadaran terhadap hak-hak dan perlindungan pada perempuan antara lain dapat dilakukan melalui pendidikan. Baik itu sekolah formal, non formal maupun informal. Penyadaran dapat dimasukkan dalam bahan ajar di sekolah formal, dari tingkatan sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Dapat juga melalui jalur pendidikan non formal, seperti pesantren, lain sebagainya.

Penyadaran kepada masyarakat juga dapat dilakukan melalui kegiatan kampanye dan sosialisasi. Baik, melalui kegiatan langsung bersama masyarakat, maupun melalui media massa elektronik, cetak maupun online, serta media sosial.

Ira menekankan pentingnya penyadaran dan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Tujuannya adalah untuk mencegah berulangnya kekerasan terhadap perempuan. Upaya ini harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Sebab, menurut Ira, menumbuhkembangkan kesadaran terkait hak, kedudukan dan perlindungan perempuan memang tidak semudah membalik telapak tangan. Selain butuh waktu, upaya ini juga harus dilakukan secara bersama-sama.

“Perlu ada gerakan nasional untuk hal ini. Ini harus kita lakukan sekarang,” tutupnya. (KP02)