Delegasi DPR RI ke Swiss-Belgia, Martin Manurung: Untuk Buka Kembali Akses Komoditas Perdagangan Indonesia ke Eropa

 

Eropa,- Delegasi DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Swiss dan Belgia. Misi kunjungan ini antara lain untuk membuka kembali akses komoditas-komoditas perdagangan Indonesia agar dapat masuk ke pasar Eropa. Selama ini, ada beberapa komoditas Indonesia yang terhambat masuk ke Eropa.

Delegasi yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Rachmad Gobel ini melakukan kunjungan kerja selama sepekan. Berangkat dari Jakarta pada Sabtu (23/11/29). Di sana, delegasi antara lain melakukan pertemuan dengan Parlemen Swiss dan Belgia.

Anggota DPR RI yang masuk dalam delegasi yaitu: Martin Manurung (Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi Partai NasDem), Charles Meikyansyah (Anggota Komisi VII Fraksi Partai NasDem), dan Ledia Hanifa Amaliah (Anggota Komisi X Fraksi PKS).

Dalam pertemuan dengan Parlemen Swiss, Delegasi DPR RI diterima oleh Ambassador Claudio Fischer, Kepala Hubungan Internasional Parlemen Swiss. Pertemuan antara lain membahas kerja sama bilateral antara Indonesia dan Swiss. Terutama terkait dengan perindustrian, perdagangan, koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), BUMN, investasi dan standarisasi nasional. Pertemuan juga membahas tentang pertanian.

Di Swiss, Delegasi DPR RI juga menggelar pertemuan dengan Sekretaris Jenderal United Nations Conference and Trade and Development (UNCTAD), Mukhisa Kituyi. Dalam pertemuan ini, Indonesia memiliki kepentingan yang sangat besar untuk melihat UNCTAD yang kuat. Sebagai salah satu organisasi internasional yang penting dalam sistem Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), pertemuan ini menjadi keuntungan bagi Indonesia dalam bidang kerja sama, khususnya di bidang perdagangan dan investasi.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung mengatakan, Delegasi DPR RI ke Swiss dan Belgia ini membawa misi untuk membuka kembali akses komoditas-komoditas perdagangan Indonesia ke pasar Eropa. Dari hasil kunjungan ini didapat beberapa peluang yang bisa ditindak lanjuti. Salah satunya yaitu peluang produk kelapa sawit Indonesia untuk memasuki kembali pasar Eropa melalui Swiss.

“Juga dicapai beberapa kesepakatan terkait dengan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), dan juga energi terbarukan dan lingkungan hidup, untuk bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah Uni Eropa, secara khusus Swiss dan Belgia,” ujar Ketua DPP Partai NasDem tersebut, Kamis (28/11/2019), dari Belgia.

Martin menjelaskan bahwa kesepakatan-kesepakatan yang sudah dihasilkan dari kunjungan ke Swiss dan Belgia ini akan ditindaklanjutinya di Jakarta. Yaitu melalui kerja sama dengan pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan.

“Komisi VI DPR RI juga akan meneruskan (kesepekan-kesepakatan hasil kunjungan ini) ke Dirjen Perdagangan Perdagangan Luar Negeri dan Dirjen Perudingan Perdagangan Internasional di Kemendag, untuk memanfaatkan peluang ratifikasi perjanjian dagang dengan negara-negara EFTA, sehingga industri komoditi bisa mengambil peluang ini. Yaitu, untuk bisa kembali masuk ke pasar Eropa melalui Swiss dan Belgia,” pungkas legislator yang terpilih dari Dapil Sumut II itu. (KP02).