Willy Aditya: Kita Perlu Menguatkan ke-Indonesiaan

 

Sampang, 29/09/2020. Makin seringnya kabar yang menginformasikan pertentangan dan penyerangan terhadap perbedaan menjadi perhatian peserta sosialisasi 4 pilar MPR RI di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Hal ini disampaikan perwakilan masyarakat kepada anggota MPR dari Fraksi Partai NasDem, Willy Aditya yang melakukan sosialisasi 4 pilar.

Walau dilakukan dengan protokol covid-19 yang cukup ketat, masyarakat Sampang tidak surut menyampaikan kekhawatirannya terhadap perkembangan situasi kebangsaan. Arifin (42 tahun) yang menjadi salah satu peserta dalam sosialisasi tersebut mengatakan, saat ini mudah sekali sekelompok orang melakukan serangan terhadap kelompok yang berbeda dengannya. Arifin menjelaskan, bahkan penyebab serangan itupun terkadang hanya berupa kesalahpahaman yang sebenarnya bisa diselesaikan lewat musyawarah.

Menanggapi hal ini, Willy Aditya mengatakan apa yang dirasakan Arifin juga merupakan kekhawatiran yang dialaminya. Menurutnya, perlu ada langkah bersama untuk terus menekan peristiwa serupa dan hidup damai berdampingan.

“Kita perlu menguatkan ke-Indonesiaan. Apa artinya? Kita perlu menyadari keragaman adalah pembentuk sejati Indonesia. Walau kita berasal dari suku tertentu, yang perlu dibesarkan adalah kita merupakan Indonesia,” ujar Willy.

Politisi Partai NasDem ini menjelaskan menguatkan ke-Indonesiaan merupakan cara untuk menemukan kembali semangat dan bibit-bibit kebersamaan. Boleh saja suku-suku berbeda namun perbedaan suku itu bukan menjadi pemisah melainkan pemersatu. Melihat suku dengan sudut pandang yang lebih tinggi menurutnya akan menampilkan ke-Indonesiaan.

“Bayangkan seekor elang melihat kumpulan binatang di tanah. Ada ayam, bebek, kucing, dan lainnya kalau dilihat dari dekat. Tapi kalau dilihat dari sudut elang yang sedang terbang yang terlihat adalah semuanya binatang yang akan disantapnya. Begitulah seharusnya kita melihat suku. Suku Batak adalah sukunya Indonesia demikian juga Sunda, Jawa, Madura dan lainnya, semua adalah suku Indonesia,” ucapnya.

Menurut Willy masyarakat perlu distimuli untuk makin terbuka terhadap keragaman dan bekerjasama dalam perbedaan. Karena itu program sosialisasi 4 pilar seperti yang dilakukannya harus memiliki variasi lain agar dapat menjadi stimuli untuk menumbuh kembangkan ke-Indonesiaan.

“Harus lebih banyak aktivitas sosialisasi yang lebih kreatif agar lebih melibatkan secara aktif. Ini perlu dorongan secara formal agar menjadi kebijakan MPR,” tegasnya. (KP02).

Bagikan kabar ini melalui: