Willy Aditya: Keluarga Jadi Tumpuan Ketahanan Ideologis

 

Sampang, 18 November 2020. Tantangan ideologi Pancasila bukan hanya datang dari luar lingkungan Indonesia. Bahkan dari dalam dirinya sendiripun Pancasila menghadapi tantangannya. Nilai-nilai luhur kebangsaan yang menjadi perekat persatuan dan pergaulan dirasakan makin membutuhkan penguatan.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI menurut Anggota MPR dari Fraksi NasDem, Willy Adita, menjadi salah satu cara untuk menguatkan pertahanan ideologis bangsa. Dalam pandangannya, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan pondasi kebangsaan yang semestinya menjadi kesepakatan perikatan bersama dan cara pandang bersama terhadap keutuhan bangsa. Pondasi ini menurutnya penting diimplementasikan mulai dari lingkungan keluarga.

“Sosialisasi 4 Pilar MPR ini harus kita pandang sebagai salah satu segi dari pembangunan pertahanan nasional. Dalam perspektif pertahanan ini, maka keluarga semestinya menjadi sasaran dari program yang tidak tidak lain adalah program pertahanan,” ucapnya.

Willy mengatakan dalam perspektif pertahanan dikenal yang Namanya pendekatan halus atau soft power approach. Dia menguraikan pendekatan ini efektif berjalan jika menggunakan pintu-pintu masuk budaya dan pendidikan. Karena itu menurutnya, program sosialisasi 4 pilar MPR adalah bagian dari langkah membangun sistem pertahanan.

“Formulasi budaya paling cocok untuk mendekatkan ideologi dengan praktek keseharian adalah dengan menyampaikannya pada ruang-ruang keluarga. Disinilah pintu budaya dapat lebih diterima,” katanya.

Legislator asal dapil Kepulauan Madura ini menjelaskan praktek ideologisasi yang dijalankan masa pemerintahan orde lama dan orde baru cukup mengena melalui kanal-kanal budaya. Banyak film dan aktivitas budaya yang menurutnya dapat digunakan pemerintah saat ini untuk menjalankan program ideologi kebangsaan. Dia merujuk sejumlah judul film dan pagelaran seni pada masa lalu.

“Saya menyebut ini sebagai proyek kebangsaan. Maka sebagai proyek dia tentu membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak kecil. Namun saya yakin itu semua bisa dilakukan secara bersama-sama. Penting bagi kita untuk masuk kedalam ruang-ruang keluarga jika menginginkan ketahanan ideologis kebangsaan ini tetap tersemai,” ungkapnya.

Tags: