Terdampak Covid-19, Warga Mengadu Ke Rumah Aspirasi

 

Sampang, 31 Desember 2020. Pandemi Covid-19 berdampak luas bagi masyarakat tidak terkecuali bagi masyarakat Sampang. Aktivitas sosial, ekonomi bahkan keagamaan dipaksa berubah oleh datangnya pandemi. Pembatasan aktivitas masyarakat demi mengurangi penyebaran covid-19 yang dilakukan pemerintah mau tidak mau harus dipatuhi masyarakat. Walhasil banyak warga yang juga mengalami tekanan baik secara sosial maupun ekonomi.

Menghadapi kondisi yang sarat dorongan perubahan inilah silih berganti masyarakat menyampaikan pengaduannya ke Rumah Aspirasi Willy Aditya di Sampang. Kesulitan ekonomi, protokol kesehatan hingga kendala usaha dan korban covid-19 menjadi laporan rutin semasa pandemi berlangsung.

“Laporan kesini banyak sekali. Ada yang keluarganya korban covid, ada juga yang melaporkan sulitnya menyesuaikan diri dengan sekolah daring. Tidak sedikit yang mengadu soal sumber penghasilan yang makin sulit. Ini realita yang kita hadapi di lapangan,” ujar Novi manager program Rumah Aspirasi.

Novi menjelaskan, Sebagian dampak langsung akibat pandemi covid-19 yang dirasakan masyarakat memang dapat diselesaikan langsung dengan bantuan yang tersedia. Namun sejumlah persoalan yang kaitannya dengan sumber-sumber penghasilan umumnya perlu ditindaklanjuti secara berjenjang.

“Kalau sudah hal yang strategis dan perlu ada kebijakan, tentu kami melaporkan kepada Anggota DPR nya langsung agar memperoleh perhatian,” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Willy Aditya menyampaikan bahwa setiap laporan yang disampaikan oleh Rumah Aspirasi menjadi prioritas tugasnya untuk memberi dampak kepada masyarakat. Menurutnya perubahan yang didesakkan oleh situasi akibat pandemi, membuat masyarakat harus disiapkan menghadapinya.

“Siap tidak siap, pandemi ini telah mendesakkan perubahan besar. Kita perlu membantu kesiapan masyarakat. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab saya dan para anggota DPR lainnya,” ujarnya.

Willy mendorong pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah memperkuat koordinasi dan mengatasi segala hambatan birokrasi dalam menangani dampak pandemi. Menurutnya berbagai kebijakan yang sudah dilahirkan harus diimplementasikan dengan ringan hingga ke tingkat pemerintahan terendah.

“Penting bagi saya mendapat catatan keseharian yang ada di rumah aspirasi karena inilah modal untuk mendesakkan kehadiran pemerintah dalam keseharian masyarakat,” tutupnya. (KP02).