Reses Di Tengah Pandemi, Willy Sampaikan Bantuan dan Ajak Warga Budayakan Hidup Sehat

 

Sampang,- Pertama kalinya sejak Indonesia berdiri, anggota parlemen melaksanakan reses di tengah mewabahnya pandemi Covid-19. Protokol kesehatan untuk mencegah penyebarluasan pandemi menjadi peraturan tidak tertulis dalam pelaksanaan reses, yang belum pernah terjadi sejak parlemen berdiri.

“Walaupun kita ditengah situasi pandemi, tugas sebagai anggota DPR tidak boleh berhenti. Selain tugas-tugas yang dilakukan di persidangan, tentu tugas menyerap aspirasi pada saat reses juga tetap harus dilakukan,” ujar Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Willy Aditya.

Dia menegaskan tidak adanya preseden pelaksanaan tugas keparlemenan dalam masa pandemi membuat DPR harus bisa berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Pada prinsipnya DPR tetap harus menjalankan fungsi kenegaraan yang diembannya. Namun di saat yang bersamaan juga diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi pandemi.

“Penyelenggaraan negara tidak bisa berhenti. Pemerintah dan DPR tetap harus menjalankan fungsinya selain memberi perhatian khusus terhadap Covid-19. Sidang di DPR tetap kita lakukan dengan protokol kesehatan. Hari ini reses juga kita lakukan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” ucapnya.

Pada kesempatan resesnya, Wakil Ketua Badan Legislasi menyampaikan sejumlah bantuan yang dikoordinasikan dengan kepala daerah. Willy menjelaskan bantuan yang disampaikannya merupakan sedikit cara agar masyarakat tetap bersabar menghadapi pandemi yang berdampak besar bagi bangsa Indonesia.

“Kita sudah melihat bagaimana dampak ekonomi dari pandemi ini selain dampak kesehatannya. Warga harus bertahan dan bisa segera bangkit setelah badai ini berlalu. Itulah kenapa sokongan dari berbagai pihak perlu segera disalurkan. Saya yakin tidak ada satupun yang menginginkan kondisi ini. Tapi kita buktikan dengan kebersamaan akan kita lalui masa sulit ini” tegasnya.

Dalam kesempatan bertemu dengan sejumlah perwakilan tokoh masyarakat, aparat pemerintah dan tim penanganan bencana covid 19, Willy kembali mengingatkan agar masyarakat perlu terus didorong untuk menjalankan budaya sehat. Menurutnya, budaya sehat akan dapat memperkecil kemungkinan penularan covid 19 karena sampai saat ini belum ada obat dan vaksin yang dapat digunakan.

“Masyarakat harus terus diajak untuk mempraktekan budaya sehat; cuci tangan, etika bersin, jaga jarak, dan lainnya harus menjadi bagian keseharian bukan di hari ini saja. Kita belum tahu kapan vaksi akan ditemukan, kapan obat bisa di pakai. Karena itu cara yang paling tepat dan mudah adalah dengan menjaga kesehatan,” ujarnya.

Lebih jauh, politisi Partai NasDem ini mengatakan Pemerintah Daerah perlu mendorong warganya terus mempererat solidaritas dan gotong royong demi mengatasi masalah covid 19. Selain itu dia juga menyampaikan perlunya inisiasi pemimpin dan tokoh masyarakat untuk menjaga lingkungan dari kemungkinan tersebarnya covid 19.

“Kita disini ini terkenal dengan ramuan kesehatan yang ulung. Semoga saja dari Sampang ini ada tawaran ramuan yang bisa didorong menjadi temuan ilmiah agar bisa kita manfaatkan bersama. Seperti flu, kalau imunitas tubuh kita bagus sebenarnya virus akan bisa dilawan secara internal walaupun akan sedikit mengalami gangguan dan sakit. Tapi kalau didukung dengan ramuan khusus, saya percaya badan kita akan sanggup mengatasinya,” pungkasnya.

Willy bersama pejabat pemerintah daerah, tokoh agama dan tokoh masyarakat menyerahkan bantuan kepada warga dalam rangka menangani masalah sosial ekonomi dalam situasi pandemi. (KP02)