Menyemai Kerelaan Warga Ikut Bela Negara

 

Sampang, 2 November 2020,- Bela negara sering kali dimaknai sebatas usaha yang dilakukan oleh TNI untuk menjaga kedaulatan negara. Pemahaman keterpisahan usaha bela negara yang dilakukan TNI dan masyarakat umum dapat menjadi kelemahan jika dibiarkan terus berlangsung. Pemerintah perlu melakukan usaha yang komprehensif dalam menumbuhkan kesadaran bela negara sebagai bagian dari mempertahankan tempat hidup.

Hal ini mengemuka dalam kegiatan sosialisasi 4 pilar MPR RI yang diselenggarakan Anggota MPR dapil Madura, Willy Aditya. Dalam paparannya, dia menyampaikan politik identitas yang terus menguat makin menggerus rasa kebersaman untuk menjaga persatuan sebagai modal mencapai kesejahteraan bersama.

“Kita perlu terus menyemai kerelaan bersama untuk bela negara. Menjaga tempat hidup bersama ini adalah panggilan naluriah kita,” ucapnya.

Willy menjelaskan, bela negara bukan semata-mata urusan militer yang melumpuhkan musuh. Melainkan juga usaha masyarakat untuk memupuk kebersamaan, semangat cinta tanah air dan kebangsaan. Karena itu menurutnya sangat penting untuk melaksanakan program-program bersama antara aparatur pemerintah dengan masyarakat untuk menyemai nilai-nilai luhur kebangsaan.

“Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika adalah nilai penting untuk menjaga keberlangsungan tempat hidup kita yaitu NKRI. Kesadaran yang demikian ini harus tumbuh secara alamiah dari diri kita. Pemerintah dapat menstimuli dan memberi pupuk, tapi kita sebagai bibit hidupnya yang perlu menjaga hidup damai bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan sosialisasi 4 Pilar MPR ini, Willy yang juga wakil ketua Fraksi NasDem DPR mengatakan keterlibatan secara sukarela masyarakat dalam usaha bela negara akan tumbuh bila habitat tempat hidup mendukungnya. Karena itu menurutnya negara perlu menyediakan habitat yang tepat untuk tumbuhnya semangat bela negara dan kecintaan tanah air.

“Pemerintah perlu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya bibit semangat cinta tanah air. Untuk itu, berbagai aturan yang mengekang dan tidak terbuka terhadap pemikiran dan pendapat yang beragam harus benar-benar dibatasi. Anggrek yang indah hanya dapat tumbuh dalam media yang tepat yang dibutuhkan oleh si anggrek,” katanya. (KP02)

Tags: