Aparat Pemerintah dan PNS Harus Menjadi Role Model Praktik Kebangsaan

 

Sampang, 12/8/2020,- Masyarakat makin kehilangan role model praktek kebangsaan Indonesia yang benar-benar dapat menjadi cermin untuk menilai prilaku mereka. Makin hilangnya role model ini dikatakan dipengaruhi oleh faktor kepercayaan yang digerus oleh berbagai kanal media sosial. Selain juga karena makin banyak aparat negara yang semestinya menjadi contoh baik malah justru melakukan praktek-praktek yang jauh dari nilai-nilai kebangsaan.

Hal ini terkuak dalam dialog sosialisasi empat pilar MPR RI yang diselenggarakan, Willy Aditya di Sampang, Jawa Timur. Tokoh yang menjadi harapan sebagai contoh praktek berbangsa dirasakan warga makin jarang terlihat. Karena itulah akhirnya masyarakat justru memilih role model yang justru semangatnya jauh berbeda dari kebutuhan berbangsa di dalam kemajemukan.

“Ideologi apapun butuh sosok atau tokoh dimana kita bisa mengukur kesesuaian praktek yang dilakukan. Demikian juga dengan Pancasila dan pondasi kebangsaan Indonesia. Sosok itulah yang makin langka. Sosok yang ada hari inipun terus digerus oleh penyebaran ketidakpercayaan lewat media sosial,” katanya.

Lebih jauh Anggota Badan Sosialisasi MPR ini mengatakan ideologi Pancasila bukanlah ideologi mati sudah selesai. Menurutnya ideologi Pancasila sebagaimana kelahirannya adalah ideologi yang hidup dan terbuka atas tafsir praktis pada setiap jamannya. Karenanya menurut Willy mengunci Pancasila seolah hanya boleh ditafsir oleh penguasa justru akan menjauhkan masyarakat dari pengamalan Pancasila itu sendiri.

“Pancasila, seperti Bung Karno bilang itu lahir secara induktif. Dia diambil dari tradisi yang jauh telah ada lebih dahulu di bangsa ini. Salah kalau sekarang justru tafsir itu justru seolah hanya dikuasai satu pihak tertentu apalagi penguasa,” tegasnya.

Willy menegaskan Aparatur Pemerintah dan ASN sebenarnya memiliki kewajiban yang jauh lebih besar untuk menjadi contoh praktek pengamalan ideologi kebangsaan. Karena mereka dibayar sebagai abdi negara, maka mereka merupakan wajah negara ini di hadapan masyarakat. Karena itu dia mengingatkan kepada aparat pemerintah dan ASN harus benar-benar menjiwai dan mempraktekkan pengamalan Pancasila.

“Kalau ada aparat pemerintah dan ASN yang takut menegakkan nilai-nilai pondasi kebangsaan, kita patut bertanya tentang sumpah dan janjinya. Mereka seharusnya menjadi garda terdepan kehidupan kebangsaan yang berketuhanan, bergotong royong, persatuan, musyawarah dan berkeadilan. Boleh saja mereka punya ideologi sendiri namun saat mereka menjalankan tugasnya sebagai abdi negara, maka pondasi kebangsaanlah yang harus dikedepankan,” pungkasnya. (KP02)

Tags: