Anggota MPR RI Ajak Masyarakat Hidupkan Gotong Royong di Masa Pandemi

 

Sampang, 4 Oktober 2020,- Pandemi covid 19 membuat sulit situasi yang dialami pemerintah dan warga secara bersamaan. Pandemi membuka kotak pandora kelemahan dan kekurangan dari sisi pengelolaan negara yang sebelumnya tidak pernah tampak. Pada sisi yang lain, pandemi juga membuat bibit Pancasila yang hidup di masyarakat kembali menguat.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi pada kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR yang dilaksanakan anggota MPR RI, Willy Aditya di Sampang. Dalam kesempatan tersebut politisi Partai NasDem ini mengapresiasi gotong royong warga dalam menghadapi pandemi covid 19 yang terjadi hampir disemua negara di dunia.

“Warga itu jauh lebih hebat dari pemerintah sebenarnya. Tidak perlu nunggu aturan apapun, solidaritas gotong royong mengatasi kondisi sulit yang dihadapinya. Ini yang harus kita hidupkan terus menerus hingga di luar masa pandemik,” katanya.

Menurut Willy ketangguhan warga dalam menghadapi setiap perubahan tiba-tiba yang terjadi sudah terbukti di banyak kesempatan. Pandemi covid 19 memang belum pernah terjadi selama negara Indonesia berdiri. Dengan demikian baik pemerintah maupun warga sama-sama menghadapi kondisi yang baru.

“Dalam kondisi yang serba baru bagi pemerintah maupun warga maka perlu ada penyesuaian-penyesuain dalam waktu cepat. Inilah yang kemudian terlihat seolah tidak adanya kepastian dalam kebijakan. Tapi kita lihat juga masyarakat sangat cepat adaptasi,” ucapnya.

Mantan aktivis 98 ini menegaskan, dalam situasi pandemi covid 19 terlihat begitu kokohnya nilai-nilai luhur pembentuk kebangsaan di pegang oleh warga. Gotong royong yang konon dikatakan sudah semakin luntur, nyatanya masih kuat dipegang oleh masyarakat. Solidaritas sesama tanpa membedakan SARA pun masih tetap kuat menjadi landasan bermasyarakat.

“Yang kita lihat dari pandemi ini adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila tetap kokoh. Hal ini yang harus kita terus dorong di luar masa pandemi agar menjadi kebiasaan,” tegasnya.

Willy menyerahkan bantuan masker dan paket bantuan pangan dalam kesempatan sosialisasi 4 pilar yang dilaksanakannya. Dia mengatakan, bantuan yang diserahkannya hanyalah stimuli kecil untuk warga. Karena menurutnya warga punya cara sendiri untuk bertahan dan keluar sebagai pemenang dalam kompetisi melawan pandemi.

“Melihat apa yang terjadi di masyarakat, saya yakin kita bisa bertahan dan memenangkan situasi saat ini. Gotong royong dan solidaritas yang menjadi modal besar kita. Ini yang harus selalu dijaga,” jelasnya. (KP02).